Rabu, 24 April 2013

ERP(Enterprise Resource Planning)


ERP(Enterprise Resource Planning)

Enterprise Resource Planning (ERP) atau Perencanaan sumber daya  adalah suatu sistem perusahaan yang bersifat lintas fungsional dan bertindak mengintegrasikan dan mengotomatiskan berbagai proses bisnis yang harus terpenuhi di dalam suatu perusahaan seperti kegiatan pabrikasi, logistik, distribusi, akuntansi, keuangan, dan fungsi sumber daya manusia. ERP juga merupakan sebuah software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan. Sistem ERP juga mempunyai syarat penting untuk menjalanjan fungsinya, yaitu Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen sharing informasi atau berbagi informasi dan berkomunikasi dengan departemen lainnya. Dari database yang terintegrasi memungkin semua departemen untuk menyimpan atau mengambil data secara real-time dan bersamaan. System ERP memiliki tujuan yaitu untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan, adapun peran ERP dalam suatu organisasi sebagai berikut :
1. Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis
2. Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise.
3. Menghasilkan informasi yang real-time.
4. Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
Sistem ERP tidak serta merta langsung jadi dan digunakan oleh perusahaan saat ini, namun ada beberapa tahapan yang dilalui oleh ERP hingga menjadi seperti sekarang, berikut tahapan – tahapan terbentuknya ERP:
§ Tahap I : Material Requirement Planning (MRP) Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material.
§ Tahap II : Close-Loop MRP Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau diganti jika diperlukan.
§ Tahap III : Manufakturing Resource Planning (MRP II) Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan  penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan.
§ Tahap IV : Enterprise Resource Planning Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah.
§ Tahap V : Extended ERP (ERP II) Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan tahun 2000, serta lebih kompleks dari ERP sebelumnya.

Biarpun ERP II telah diluncurkan, tetap saja sistem ERP tersebut masih mempunyai kelemahan di antara kelebihan – kelebihan yang dimilikinya, antara lain :
1. Kelebihan
ü Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat.
ü Rancangan Perekayasaan.
ü Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai terpenuhinya pemesanan.
ü Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks.
ü Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian, penerimaan inventori, dan pembiayaan
ü Akuntasi untuk keseluruhan tugas: melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level inti

2. Kekurangan
ü Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP
ü Sistem ERP sangat mahal
ü Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif
ü ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi
ü Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan



Di sekitar tahun 1960, Dunia Manufaktur membuat tehnik perhitungan kebutuhan Material. Dasar perhitungan adalah menggunakan BOM (Bill Of Material) yang berupa daftar kebutuhan bahan baku (Raw material) yang dibutuhkan untuk membuat sebuah produk. Dengan memperhitungan status persediaan barang (Inventory) serta jadwal produksi, sistem tersebut dapat memberikan rekomendasi pembelian bahan baku yang dibutuhkan.
Sistem ini dikenal dengan MRP, yang merupakan singkatan dari Material Requirement Planning (Perencanaan kebutuhan bahan).
Ditahun 1970 proses MRP di integrasikan dengan fungsi fungsi bisnis manufaktur yang lain, yang menghasilkan sistem baru yang disebut Manufacturing Resource Planning yang disingkat MRPII.
MRPII merupakan sebuah sistem yang dapat dipakai untuk membuat perencanaan semua kebutuhan sumber daya Manufaktur secara effisien, meliputi business planning, sales and operations planning, production scheduling, material requirements planning (MRP), capacity requirements planning, dan system execution support.
Pada awal tahun 90-an dunia industri mengembangkan MRPII menjadi sebuah sistem dengan scope yang lebih luas yang kemudian dikenal sebagai Enterprise Resource
Planning (ERP).
ERP didesain untuk melakukan otomatisasi proses bisnis untuk perusahaan menengah dan besar. Hal ini dapat meliputi proses manufacturing, distribution, personnel,
project management, payroll, dan financial.

ERP system merupakan system informasi berorientasi akuntansi untuk mengidentifikasi dan perencanaan kebutuhan resource secara luas.

erp.gif




ü Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sistem keamanan